Kawanku…
harusnya tiap detik perjalanan kita, diabadikan dalam kata-kata
Kalau saja kata-kata sanggup menanggung kandungan maknanya
Ribuan kilo yang berlalu tak menguap begitu saja kan?
Walau detik menerjang di pelabuhan waktu dan masa
Menggurat seribu tanya dan jawab rahasia
Di jalan yang tak termaktub dalam peta, kawanku,
kita luruh dalam laju
Menyongsong kelindan harapan dan kecemasan
Berharap tikungan di depan penuh kejutan
Entah apa yang menjemput di balik kelok rimbun jati
Atau siapa yang menanti di sebrang samudera
yang membiru dalam ranum senja
Hanya tiba-tiba saja, kawanku
seolah-lolah purnama sayu sudah menunggu
dan renyah gerimis telah merindu
saat kita lelap dalam pacu
Kawanku, 
Mestinya tiap gelak tawa dimasukkan dalam tabung kaca
Biar sewaktu-waktu bisa kita lihat lagi sambil terseyum geli
Lalu semua payah dan letih diterbangkan bersama angin dan debu
Biar lantak dalam putaran roda yang menderu
Simpanlah sebersit rindu di benak mu, kawanku,
Barangkali suatu saat nanti kelokan jalan itu
akan memanggil kita kembali
untuk berkelana bersama sekali lagi
Pun pada akhirnya,
hanya Dia lah satu-satunya yang tau
Alasan sejati dari seluruh perjalanan ini
Yang tercecap oleh indera kita hanya lah sedikit rahasia
Yang dipinjamkan sementara
Rani Fajri 11-12 april 2007, selepas 10 malam dan paginya
The unbelievable journey to Gresik-Bali-Bromo
With Tika, Adit, Inu and Gabban 5-9 April 2007
thanks a lot to Mbak Uci, Ulil and Bli Gede