selesai di sini…

June 28th, 2008 by rainfaj

salam, nampaknya blog di friendster ini sampai sekian saja sodara-sodara… karena saya sudah beralih ke http://ranifajri.wordpress.com silahkan disambangi kalo luang … di sana soalnya lebig lapang rasanya untuk berserita.. maturnuwun…
be seeing you…

kunang-kunang liar

May 4th, 2008 by rainfaj

Sudah sejak awal kubiarkan semua ini telanjang,

mentah dan kasar

Karena ku tak mau repot-repot menutupinya

Tak mau susah-susah mengunyahnya

Ku biarkan saja ini meledak

jadi kunang-kunang liar yang bergelinjang di matamu,

di buku-buku jarimu, di bibirmu..

jangan heran,

kunang-kunang itu memang sengaja kukirim

untuk menyisiri tubuhmu Jengkal demi jengkal;

menjelajahi lekukmu, saat naik dan turun;

merasakan lenguhmu di tiap nafasmu

Biar nanti kau tahu

Betapa nyeri, nanar dan ngilunya tubuhku menawar candu

Aah.. kunang-kunang liarku

pulanglah tepat waktu

dan bisikkanlah kisahmu pelan-pelan di memar tubuhku

rani fajri

3 sore, 4 mei 2008

surat terbuka untuk sahabatku tercinta

February 27th, 2008 by rainfaj

Picture_306 lalu semuanya sobat, kulepaskan topeng-topeng, kutanggalkan semua penyangkalan.. dan kuutarakan padamu. kadang dengan riuh rendah kadang dengan diam…

lalu sobat, kau akan mengurainya satu-satu, menempatkannya dengan kebijakanmu, menentramkan hatiku… atau hanya dengan rengkuhmu kala ku tersedu…

bohong sekali kalau tak pernah lelah, walau kau selalu bilang " jangan lelah, rani!"

tapi selalu, ketika dunia yang hiruk pikuk ini begitu senyap di mataku, di hatiku, kau lah yang mengisi dengan untaian doa-doamu dari segala penjuru 

walau tak sekali kugores khilaf, atau kita bertentangan pandang, itu semua yang mendewasakan kita bukan…?

beberapa tahun ini sobat, rasanya hidup begitu menyesakkan, berbinar-binar, begitu sepi, alun tercenung…

lalu padamu, semua peristiwa terurai dan semua luka dibalut dengan kasihsayangmu,

dan tahun-tahun mendatang sobatku… tetaplah di sampingku, di hatiku, ke manapun kaki ini berjalan, menempuh sejuta harapan dan hidup ke depan…

untuk ribuan hari yang tlah melesap pergi dan hari-hari nanti… terimakasih haturku, untuk mu, sobatku….

ranifajri

27 February 2008

coffee break

January 19th, 2008 by rainfaj

setumbuk kopi terseduh di cangkir, tanpa gula pun susuDsc00026

lalu rindu menguar di ruapan hangatnya

mewangi memekat di ujung bibirmu…

                                                         kusuma sahid hotel, 3.51 pm

                                                         9 november 2007

ada pengecut bersembunyi…

December 12th, 2007 by rainfaj

Img_0032_1 Ada pengecut bersembunyi

Menutup mata dan hati

dengan lembaran puisi dan secabik gambar usang

berharap itu akan menguatkan

ada pengecut bersembunyi

tersandung takutnya sendiri …

                                             kusuma sahid hotel 11: 34 nov, 3 2007

November 23rd, 2007 by rainfaj

Sedetik lalu asing

Siapa kamu?

Kurang ajar nian merampas heningku

Sedetik kemudian lebur

Dan aku tergagap di dalam tanyamu …

                                         Kusuma sahid hotel 11:17 am nov, 3 2007

sederhana saja…

October 3rd, 2007 by rainfaj

Beberapa hari yang lalu kuteriakkan namamu di tepi laut

Sekali saja dan itu sudah cukupImg_0071

Kuharap semesta menerima pesanku dan menyampaikan padamu

Setidaknya Tuhan membiarkan cintaku menggerakkan semesta menujumu

Semua ini sederhana saja sayangku

Sebagaimana langit memantulkan namamu

lalu Awan menyimpan dan

Mengirimnya dalam buliran hujan   

Yang membasahi dedaunan yang sedang mengembang

Img_0088 Siapa tahu wangi bunga itu akan menyampaikan padamu

Atau justru semilir angin yang berbisik di telingamu

Halus dan lembut sekali

Merasuk ke benakmu

Lalu kau akan merasakan rasaku

yang akan menyusup pelan-pelan di hidupmu

Sayup-sayup menggugah lamunanmu

Jadi denyar misteri di penghujung harimu

Beserta itu kukirimkan juga helaian doa

Yang meyejukkan di terik harimu

Dan dengan sedikit licik kupinta juga pada Nya

Agar kau merinduku tanpa kau sangka

Tanpa bisa kau duga

Menyeruak di bilah-bilah pikiran

Mengecambah tanpa bisa kau kekang108img_0022

Semua ini sepele saja sayangku

Karena beberapa hari yang lalu kuteriakkan namamu

Sedikit lantang di hadapan ombak yang membiru

Dan kuharap Tuhan mengizinkan semesta

menyampaikan rasaku padamu

October 1-2, 2007

11 malam dan paginya

                                                 Rani M. Zaen

luruh dalam laju

April 13th, 2007 by rainfaj

Kawanku…

harusnya tiap detik perjalanan kita, diabadikan dalam kata-kata

Kalau saja kata-kata sanggup menanggung kandungan maknanya 54img_0057_6

Ribuan kilo yang berlalu tak menguap begitu saja kan?

Walau detik menerjang di pelabuhan waktu dan masa

Menggurat seribu tanya dan jawab rahasia

Di jalan yang tak termaktub dalam peta, kawanku,

kita luruh dalam laju

Menyongsong kelindan harapan dan kecemasan

Berharap tikungan di depan penuh kejutan 214img_0024_6

Entah apa yang menjemput di balik kelok rimbun jati

Atau siapa yang menanti di sebrang samudera

yang membiru dalam ranum senja

Hanya tiba-tiba saja, kawanku

seolah-lolah purnama sayu sudah menunggu

dan renyah gerimis telah merindu

saat kita lelap dalam pacu

Kawanku, 138img_0053

Mestinya tiap gelak tawa dimasukkan dalam tabung kaca

Biar sewaktu-waktu bisa kita lihat lagi sambil terseyum geli

Lalu semua payah dan letih diterbangkan bersama angin dan debu

Biar lantak dalam putaran roda yang menderu

Simpanlah sebersit rindu di benak mu, kawanku,

Barangkali suatu saat nanti kelokan jalan itu

akan memanggil kita kembali

untuk berkelana bersama sekali lagi

Pun pada akhirnya,

hanya Dia lah satu-satunya yang tau

Alasan sejati dari seluruh perjalanan ini 144img_0059_7

Yang tercecap oleh indera kita hanya lah sedikit rahasia

Yang dipinjamkan sementara

Rani Fajri 11-12 april 2007, selepas 10 malam dan paginya

The unbelievable journey to Gresik-Bali-Bromo

With Tika, Adit, Inu and Gabban 5-9 April 2007

thanks a lot to Mbak Uci, Ulil and Bli Gede

hutang piutang

February 4th, 2007 by rainfaj

Bisa jadi gelak tawa mu sekarangImg_0048

adalah piutang mu yang dilunasi oleh Tuhan

dari sekian waktumu yang terisi dengan kesedihan

Atau juga kebersamaan mu sekarang

Adalah cara Nya untuk mengganti

Beribu hari mu yang penuh dengan kesunyian

Sang Muhaimin tak pernah luput dari setiap detik hidupmu

Senyap mu, kelu mu,

peluh mu, putus asa mu,

kegamangan mu…

sebagaimana Ia membalas kesabaranmu melalui semuanya

dengan bahagia yang tak dapat disangka-sangka,Dsc04146

pertemuan, kehangatan, kedamaian hati,

dan seluruh jiwa raga yang hanyut dalam riak ombak rahmat Nya

dan tak usah kau menghitung-hitung apa yang terenggut dari mu

karena sang Mu’iid akan mengembalikan

apa yang hilang dari mu tanpa kau duga

Dalam rengkuhan kuasa Nya

Pun begitu..

tiap gelegak bahagia jiwa mu adalah hutang kepada sang Adhiim

untuk selalu mamaknai kelindan hidupmu

dengan sabar dan syukur.

Selalu….

Al Muhaimin : Yang Maha Merawat

Al Mu’iid : Yang Maha Mengembalikan

Al Adhiim : Sang Maha Agung

Nurani Fajri Nawangsih

5 februari 2007

Img_0032

lentik api

January 29th, 2007 by rainfaj

Img_0003

Lentik api

menari di sela bara

kelip-kelip memecah sunyi

Angin gunung sejenak menyapa

Membawa segigil dingin

Dan menawar seteguk sepi

kuharap sisa bara ini

menghangatkan hati

Sayang, kini

tinggal pendar merah

di pangkal ranting

Sebentar lagi mati

Lalu malam kan merajai

Di antara belukar dan tanah merah kering

di bahu Sumbing

ditemani langit suram

dan bulan yang tak gerhana sempurna,

pertengahan 2001 yang lalu.

 

Nurani Fajri Nawangsih

25 January 2007